Jangan Tertipu oleh 7 Mitos Virus Corona Ini - Cantik Millenial

Jangan Tertipu oleh 7 Mitos Virus Corona Ini

Awal tahun 2020, dunia dihebohkan oleh virus Corona (Covid-19) yang sudah mewabah lebih dulu di Wuhan, China pada akhir 2019. Virus corona menular sangat cepat hingga ke berbagai negara di belahan dunia. 

Corona virus tak hanya berdampak pada ekonomi saja, tetapi kepanikan terjadi dimana-mana. Virus yang menular cepat mewajibkan semua orang untuk mengisolasi diri, menyebabkan banyak orang memborong semua kebutuhan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

virus corona
Ketika virus corona terus menyebar di seluruh dunia, kebingungan dan kesalahpahaman tentang apa yang dapat mencegah dan melindungi  diri darinya juga menular seperti virus. Banyak hal diungkapkan di publik, seperti cara menangkal virus corona, cara mencegah tertular corona dan lain sebagainya. 

Memang ada beberapa hal yang disarankan untuk dilakukan untuk mencegah penularan cirus ini dengan cepat. Nah, berikut beberapa mitos virus corona dilansir New York Times.

1. Pembersih tangan dapat membantu melindungimu

virus corona

Mungkin bisa melindungi kamu. Pembersih tangan dengan alkohol lebih dari 60% memang efektif dalam membunuh virus seperti corona. Seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, Dr. William Schaffner, juga mengatakan hal itu efektif, tetapi tidak ada yang tahu pasti apakah pembersih tangan akan bekerja pada virus saat ini.

Gel pembersih seperti purell, mungkin lebih mudah untuk anak-anak, yang mungkin kurang koordinasi untuk melakukan teknik mencuci tangan yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention, dimana perlu menggosok kedua sisi tangan dan diantara jari setidaknya 20 detik. Dalam hal ini, mencuci tangan masih lebih penting dan berpotensi lebih efektif untuk melindungi anda.

Keduanya memang efektif menghilangkan kuman dan kotoran yang menempel. Namun, faktanya sabun antibakteri tidak memiliki manfaat tambahan. Jadi, tetaplah mencuci tangan dengan berhati-hati dan jangan lupa cuci ibu jarimu guys!

2. Menyediakan banyak vitamin C

virus corona
Kamu mungkin tergoda untuk memesan vitamin C dalam jumlah besar dan menyetoknya di rumah, atau suplemen untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Nah, hal ini adalah kekeliruan yang sudah berlangsung lama. Bahkan, dalam kasus pilek atau flu, vitamin C belum menunjukkan manfaat yang konsisten. 

Dokter spesialis penyakit menular anak di Rumah Sakit Cleveland Clinic Children, Dr. Frank Esper, M.D,  mengatakan bahwa tambahan vitamin C tidak akan membahayakan, tetapi vitamin C yang berlebihan dapat merusak lambung dan ginjal. 

Direktur divisi pusat penyakit menular dan vaksin di NYU Langone Medical Center, Dr. Mark J. Mulligan, M.D, juga mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa suplemen yang mengandung seng, teh hijau dan echinacea bermanfaat untuk mencegah virus corona. Dr.Mark juga tidak merekomendasikan menghabiskan banyak uang untuk membeli banyak suplemen ini.

3. Setiap orang harus memakai masker

virus corona

Apakah setiap orang perlu memakai masker?. Dr. Frank Esper (Cleveland Clinic Children) mengatakan bahwa antara orang sehat bebas gejala yang memakai masker dan pekerja rumah sakit yang merawat pasien terinfeksi adalah hal yang berbeda. 

Masker bedah (surgical mask) yang umum digunakan masyarakat saat ini dimaksudkan untuk mencegah kita terinfeksi virus, tetapi masker tersebut masih terlalu longgar untuk bekerja efektif. Masker bedah dapat mencegah orang yang terinfeksi menularkan penyakit ke orang lain. Anda memang perlu untuk menggunakan masker, tetapi untuk situasi saat ini, masker lebih penting untuk pasien.

4. Menggunakan sarung tangan saat menyentuh apapun di sekitar. 

virus corona

Virus corona bisa menyebar dimanapun, jadi saat menyentuh permukaan umum, seperti tombol lift atau tiang di tempat umum harus menggunakan sarung tangan. Benarkan?, hm.... tidak juga. Memakai sarung tangan mungkin tidak efektif dalam penyebaran virus, karena pada akhirnya sarung tangan itu juga akan terkontaminasi. 

Kebanyakan sarung  tangan memiliki lubang kecil. Daripada menggunakan sarung tangan untuk melindungi diri, mencuci tangan dengan sabun dan air masih teruji paling efektif, asalkan dengan cara yang benar. Dari manapun kamu, ketika pulang dan sampai rumah, jangan pula untuk mencuci tangan dan jangan menyentuh bagian tubuh seperti hidung, mulut dan mata sebelum mencuci tangan dengan bersih. 

5. Mendapat vaksin untuk flu

virus corona

Tidak masalah jika kamu mendapat vaksin untuk flu, tetapi tidak untuk virus corona. Kamu pasti tau dari banyak info dari media sosial bahwa vaksin flu membantu menangkal corona. Faktanya, vaksin flu tidak berdampak pada corona virus. Jika ada pada musim flu, yaitu saat musim penghujan, mendapat vaksin flu sangat membantu untuk memastikan kesehatan secara umum, karena mungkin kamu terkena influenza daripada corona. 

6. Cairan antiseptik bisa membunuh virus corona

virus corona

Hal ini cukup viral ketika ada konten yang mengklaim bahwa cairan dettol antiseptik bisa membunuh corona viral di media sosial. Bahkan viral ada puluhan jemaat di Afrika Selatan tewas minum dettol cair untuk mencegah virus corona. 

Meski label pada kemasannya tertulis bisa membunuh virus, dettol memperingatkan tidak ada bukti bahwa produknya bisa membunuh virus corona. Label yang tertulis dapat membunuh human coronavirus dan RSV, maksudnya adalah bahwa produknya telah diuji terhadap virus corona lain seperti MERS-CoV dan SARS CoV dan terbukti bisa membunuh virus tersebut, tetapi bukan virus corona. 

7. Terinfeksi corona diawali dengan gejala tertentu

virus corona

Di pintu keluar-masuk setiap negara sudah menyediakan tes suhu tubuh untuk mencegah penularan virus corona. Terinfeksi virus corona biasanya diawali dengan gejala demam, flu, sakit tenggorokan, sakit kepala, batuk, sesak nafas dan diare. Namun tidak semua yang tidak mengalami gejala tersebut berarti tidak terinfeksi virus corona. 

Infeksi virus corona tanpa gejala telah ditemukan di banyak negara. Para ahli masih mencoba mencari tahu sejauh mana orang yang terinfeksi dalam kategori ini menularkan virus tersebut ke orang lain. Berikut contoh kasus terinfeksi corona tanpa gejala :
  • Sepertiga dari pasien positif virus corona di China baru menunjukkan gejala setelah dikonfirmasi positif (22/3/2020). 
  • Di Korea Selatan, 20% pasien positif corona juga tidak menunjukkan gejala sama sekali selama menjalani perawatan di rumah sakit. 
  • Analisis kapal pesiar Diamond Princess menunjukkan 33 dari 104 penumpang yang terinfeksi tidak ada gejala, hingga setelah sekitar 10 hari pengamatan di rumah sakit. 
Hal tersebut menunjukkan bahwa tes screening yang sudah banyak dilakukan belum cukup efektif untuk mendeteksi virus corona. Sehingga, banyak negara mengoptimalkan pengujian yang dikenal sebagai contact tracing

Itu adalah beberapa mitos virus corona berdasarkan informasi dari New York Times dan beberapa sumber surat kabar nasional. Beberapa kesalahpahaman yang banyak terjadi biasanya akan menimbulkan kepanikan yang malah akan menurunkan imun tubuh. 

Untuk mengantisipasinya, kamu harus rajin mencuci tangan, beristirahat cukup, konsumsi makanan bergizi dan menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk atau demam. Intinya, tetap di rumah saja jika tidak ada kepentingan mendesak ya guys!

Ref : New York Times, Kompas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel